Memelihara Burung
Awalnya sih ingin coba ternak kenari sebagai tambahan penghasilan sebagai karyawan. Ya, modal mimpi dan gaji yang sengaja di sisihkan untuk membeli perlengkapan hingga indukan kenari.
Modal sepasang kenari Loper...
saya coba dengan sangkar gantung biasa, yang jantan saya beli seharga empat ratus ribu, yang betina cuma seratus ribuan, berhasil menghasilkan tiga anak burung yang sehat, dan mampu memompa motivasi saya untuk terjun ke dunia kicauan.
Gagal Eksekusi...
semangat berapi-api dan faktor percobaan yang sukses itulah yang akhirnya "menekatkan" saya untuk membeli sejumlah sangkar ternak dan khusus membuat rak kayu sebagai tempat ternak.
modalnya lumayan juga, perjuangan bermotor ke pusat kota mengunjungi Pasar Burung terbesar di Denpasar, hingga masuk ke pelosok gang mencari alamat peternak lain untuk mendapatkan indukan berkualitas, harus ditutup dengan kegagalan.
Cukup memilukan dan menyedihkan saya harus mengakhiri perjuangan saya berternak kenari karena satu dan dua hal.
"Kamu mungkin akan gagal, tetapi setidaknya kamu akan mengetahui satu dua hal penyebabnya, dan akan mampu mengatasinya di percobaan berikutnya"
Bagi kawan - kawan yang ingin mencoba berternak burung kenari, berikut tips singkat yang bisa digunakan sebagai panduan: Ternak Kenari
Kegagalan ternak kenari saya di awali oleh tempat yang kurang kondusif, dan banyaknya predator(kucing, cicak, dll) disekitar rumah, bahkan tiga ekor indukan saya habis jadi hidangan makan malam bagi si kucing.
Hmmmm....
menyedihkan yaa.
Tips terakhir dari saya,
-KONSISTEN-
konsisten kepada mimpi, konsisten pada rencana, konsisten pada praktek.
karena hal inilah yamg paling berat dijalankan, dan paling vital dampaknya pada tiap usaha yang kita kerjakan. dengan konsistensi, suatu pola baru dalam kegiatan akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan, dan ketika kita lupa mengikuti jadwal, kita secara otomatis akan merasakan ada hal yang terlewatkan dan kita menjadi tahu apa hal itu.
Salam Damai...

Comments
Post a Comment